简介:Setelah pecahnya Perang Perlawanan terhadap Jepang, akibat serangan gencar imperialisme Jepang dan diperketatnya blokade ekonomi oleh kaum keras Kuomintang terhadap Kawasan Perbatasan Shaan-Gan-Ning, pasokan sandang, pangan, dan kebutuhan sehari-hari bagi tentara dan rakyat di berbagai pangkalan perlawanan di kawasan perbatasan tidak dapat terpenuhi tepat waktu. Dalam situasi yang berat ini, Mao Zedong menyerukan slogan "Berkarya sendiri, mencukupi kebutuhan sendiri" serta kebijakan mengembangkan ekonomi dan menjamin pasokan, merencanakan gerakan produksi besar-besaran antara tentara dan rakyat di Kawasan Perbatasan Shaan-Gan-Ning. Saat itulah satuan tentara tempat Zhang Hanhui berada berangkat melewati Desa Chenghao di wilayah Nanliang. Di dataran tinggi loess barat laut yang tandus, ia mendengar sebuah lagu rakyat setempat berjudul "Tui Chao Mian" yang membuatnya terpikat. Sejak itu, setelah berbagai rintangan, ia kembali ke Desa Chenghao sebanyak tiga kali. Selama periode itu, ia menyaksikan gerakan produksi besar-besaran yang bergemuruh di tanah tersebut, dan juga menyaksikan kisah cinta revolusioner antara Xiuxiu dan Zhuangzhuang. Terinspirasi, ia kemudian mendasarkan pada lagu rakyat "Tui Chao Mian" dan menulis ulang liriknya, menciptakan lagu revolusioner "Jun Min Da Sheng Chan" (Produksi Besar-besaran Tentara dan Rakyat). Lagu ini lahir di wilayah Nanliang, Longdong, Gansu, dan dari sini berkumandang ke seluruh negeri.